Sabtu, 07 Januari 2012

MAKALAH APRESIASI TERHADAP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN


MAKALAH
APRESIASI TERHADAP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN
Di susun guna melengkapi tugas Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
Dosen Pengampu : Selamet Santosa






Di susun oleh :
1.       Dwi Andayani




INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS PENDIDIKAN BIOLOGI
SEMARANG
2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Apresiasi Terhadap Kemanusiaan dan kebudayaan”. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Selamet Santosa sebagai dosen pengampu mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, serta tidak lupa terimakasih juga untuk teman-teman yang telah bekerjasama dengan baik dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini tentunya belum cukup sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan sarannya dari pembaca yang bersifat membangun. Penulis berharap, semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.









Semarang, 28 September 2010


Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

Diakui secara umum bahwa kebudayaan merupakan unsur penting dalam proses pembangunan atau keberlanjutan suatu bangsa. Lebih-lebih jika bangsa itu sedang membentuk watak dan kepribadiannya yang lebih serasi dengan tantangan zamannya. Dilihat dari segi kebudayaan, pembangunan tidak lain adalah usaha sadar untuk menciptakan kondisi hidup manusia yang lebih baik. Mencip­takan lingkungan hidup yang lebih serasi. Menciptakan kemudahan atau fasilitas agar kehidupan itu lebih nikmat. Pembangunan adalah suatu intervensi manusia terhadap alam lingkungannya, baik lingkungan alam fisik, maupun lingkungan sosial budaya.
Pembangunan membawa perubahan dalam diri manusia, masyarakat dan lingkungan hidupnya. Serentak dengan laju perkembangan dunia, terjadi pula dinamika masyarakat. Terjadi perubahan sikap terhadap nilai-nilai budaya yang sudah ada. Terjadilah pergeseran sistem nilai budaya yang membawa perubahan pula dalam hubungan interaksi manusia di dalam masyarakatnya.
Pembangunan Nasional bertujuan untuk mewujudkan suatu masya­rakat adil dan makmur yang merata, materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila. Bahwa hakekat pembangunan Nasional adalah pembangunam manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, sudah tentu pendekatan dan strategi pembangunan hendaknya menempatkan manusia scbagai pusat intcraksi kcgiatan pcmbangunan spiritual maupun material. Pembangunan yang melihat manusia sebagai makhluk budaya, dan sebagai sumber daya dalam pembangunan. Hal itu berarti bahwa pembangunan seharusnya mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. Menumbuhkan kepercayaan diri sebagai bangsa. Menumbuhkan sikap hidup yang seimbang dan berkepribadian utuh. Memiliki moralitas serta integritas sosial yang tinggi. Manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Mahasa Esa.




FOKUS MASALAH

a.       Apakah arti manusia dan kemanusiaan?
b.      Apakah pengertian manusia dan kebudayaan ?
c.       Apakah pengertian budaya ?
d.      Bagaimana perwujudan dari budaya ?
e.     Bagaimana unsure-unsur budaya ?

BAB II
ISI
1.       Manusia dan Kemanusiaan
·         Kemanusiaan berarti hakikat da sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi harkat dan martabatnya.
·         Manusia hakikatnya bias di pandang secara segmental atau dalam arti parsial.
·         Hakikat manusia Indonesia berdasarkan pancasila (kodrat monopluralis), terdiri atas :
a.       Monodualis susunan kodrat manusia yang terdiri dari aspek keragaan, meliputi wujud materi anorganis benda mati, vegetates dan animalis.  Serta aspek kejiwaan meliputi cipta, rasa dan karsa.
b.      Monodualis sifat kodrat manusia terdiri atas segi individu dan segi social.
c.       Monodualis kedudukan kodrat meliputi segi keberadaan manusia sebagai makhluk yang berkepribadian merdeka (berdiri sendiri) sekaligus juga menunjukanm keterbatasannya sebagai makhluk Tuhan.

2.       Manusia dan Kebudayaan
a.       Pengertian Budaya
Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta, karsa dan rasa. Dalam bahasa sanksekerta budaya berarti budi atau akal, sedangkan dalam bahasa inggris budaya berarti mengolah, mengerjakan, mengembangkan tanah (berani).
Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala sesuatu daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Berikut pengertian budaya atau kebudayaan oleh beberapa ahli :
1.       E. B. Tylor,
Budaya adalah suatu keseluruhan yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang di dapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2.       R. Linton,
Kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang di pelajari dan hasil tingkah laku yang di pelajari, dimana unsur pembentukannya di dukung dan di teruskan oleh anggota masyarakat lainnya.
3.       Koentjaraningrat ,
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
4.       Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi,
Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
5.       Herkovits,
Kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian di sebut superorganik.
6.       Andreas Eppink,
Kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius dan lain-lain, di tambah lagi dengan segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas masyarakat.
b.      Perwujudan Kebudayaan
Dari definisi tersebut dapat di peroleh pengertian mengenai kebudayaan sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga da;lam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang di ciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata.
J.J. Hoeningman membagi wujud kebudayaan menmjadi tiga yaitu :
a. Gagasan (wujud ideal)
wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya yang sifatnya abstrak tidak dapat di raba atau di sentuh.
b.      Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
c.       Afertak (karya)
Wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat di raba, di lihat dan di dokumentasikan.
Sifatnya konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.
Koentjaraningrat membagi wujud kebudayaan menjadi tiga pula, yaitu :
1.       Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma dan peraturan lain.
Wujud tersebut menunjukan ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak tak dapat di raba, di pegang, ataupun di foto, dan tempatnya ada di dalam pikiran warga masyarakat di mana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.
2.       Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Wujud tersebut di namakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa di observasi, di foto dan di dokumentasikan karena dalam sistem sosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi.
3.       Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Wujud ini di sebut pula kebudayaan fisik. Di mana wujud ini hampir seluruhnya merupakan hasil fisik (aktivitas perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat).
c.       Unsur Kebudayaan
Tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal :
1.       Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
2.       Sistem mata pencaharian hidup
3.       Sistem kemasyarakatan atau organisasi social
4.       Bahasa
5.       Kesenian
6.       Sistem pengetahuan
7.       Sistem religi
Manusia merupakan pencipta kebudayaan karena manusia di anugrahi akal dan budi daya. Dengan akal dan budi daya itulah manusia menciptakan dan mengembangkan kebudayaan. Terciptanya kebudayaan adalah hasil interaksi manusia dengan segala isi alam raya ini. Hasil interaksi binatang dengan alam sekitar tidak membentuk kebudayaan, tetapi hanya menghasilkan pembiasaan saja. Hal ini karena binatang tidak di bekali akal budi, tetapi hanya nafsu dan naluri tingkat rendah.
Karena manusia adalah pencipta kebudayaan maka manusia adalah makhluk berbudaya. Kebudayaan adalah ekspresi eksitensi manusia di dunia. Dengan kebudayaannya, manusia mampu menampakan jejak-jejaknya dalam pangggung sejarah dunia.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.      Kesimpulan
Kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non material. Sebagian besar ahli yang mengartikan kebudayaan seperti ini kemungkinan besar sangat di pengaruhi oleh pandangan evolusionisme, yaitu suatu teori yajg mengatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks.
B.      Saran
Kita harus membuka diri terhadap perkembangan kebudayaan selagi itu berpengaruh positif terhadap kebudayaan yang kita miliki.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.Ilmu Budaya Dasar « FORUM KAJIAN ILMU_files
Setiadi, Elly M. 2005. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bandung : Genesindo.
Herimanto dan Winarno. 2008. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta Timur : Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar